Selasa, 25 Maret 2008
Sabtu, 22 Maret 2008
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Posted by
Dewi Wiwin Lismani, S.Far., Apt
at
03.13
0
comments
Jumat, 15 Februari 2008
Posted by
Dewi Wiwin Lismani, S.Far., Apt
at
13.43
0
comments
Posted by
Dewi Wiwin Lismani, S.Far., Apt
at
13.42
0
comments
Senin, 21 Januari 2008
"Gita ingin tampil sendiri, tapi jangan sampai malu-maluin papa," katanya dengan gaya jenaka, dalam kesempatan peluncuran album perdananya, Gita Gutawa di Jakarta, Kamis (8/3).
Menjadi penyanyi profesional tanpa embel-embel nama besar orang tua, bagi pemilik nama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini tampaknya bukan hal yang terlalu sulit.
Penampilannya dalam single hits YANG TERBAIK BAGIMU (JANGAN LUPAKAN AYAH) bersama Ada Band, membuktikan ia bukanlah pengekor popularitas orang lain termasuk ayahnya sendiri.
Menurut Erwin Gutawa, album perdana Gita merupakan proyek pertama yang digarapnya sebagai produser musik. Sebelumnya, anaknya itu beberapa kali tampil tidak dalam pertunjukan yang melibatkan dirinya.
"Dia nyanyi pertama kali di Istana Negara diiringi orkestra Dwiki Dharmawan, berikutnya dengan Ada Band, dan saya tidak pernah ada di dalamnya," kata Erwin.
Meski demikian, Gita mengaku banyak menerima ilmu dari sang ayah, termasuk referensi musik dan lagu yang harus didengarkannya untuk menambah pengetahuan.
Selain itu, ia juga sudah cukup sering mengikuti sang ayah saat latihan orkestra, sehingga tanpa disadari pengetahuan dan pengalamannya juga tumbuh secara alami.
Di luar musik, Gita yang kini duduk di bangku kelas dua sebuah sekolah unggulan di Jakarta Selatan itu juga memiliki prestasi tinggi. "Saya tadi agak terlambat datang karena baru mengikut Olimpiade Biologi," katanya.
Posted by
Dewi Wiwin Lismani, S.Far., Apt
at
19.22
1 comments
"Mudah-mudahan ia bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai seorang anak 13 tahun yang bisa nyanyi dan tidak malu-maluin," canda Erwin, saat dimintai pendapat mengenai penampilan perdana putrinya.
Terbukti penampilan Gita di blantika musik Indonesia memikat para penikmat musik terpukau. Seperti saat Gita berduet dengan Donny, vokalis Ada Band, lewat lagu YANG TERBAIK BAGIMU (JANGAN LUPAKAN AYAH).
Lagu sempat menjadi hits dengan 850 ribu kopi. Dan membawa keduanya sebagai nominasi duet terbaik kategori pop AMI Award 2005.
Tumbuh diantara pecinta musik, Gita mulai mengenal musik sejak kelas 2 SD dengan belajar bermain piano klasik di Yayasan Musik Jakarta. Seiring dengan pertumbuhan usia, piano jazz dan gitar mulai disentuhnya.
Dengan karakter suara sopran, Gita tanpa kesulitan menyanyi lagu-lagu dengan teknik high pitch. Ia dapat menyanyikan sejumlah pop klasik yang high pitch.
"Kuncinya jangan minum es," ujar Gita, saat ditanya soal kiat menjaga kualitas suaranya.
Cantik, modis dan penuh talenta, Gita diharapkan bisa mewakili image anak muda masa depan yang berwawasan luas, kharismatik, tidak terpaku paku pada lingkungan sekitar tapi mendunia. Sepertinya Gita akan mengikuti jejak ayahnya
Posted by
Dewi Wiwin Lismani, S.Far., Apt
at
19.19
0
comments
Selasa, 15 Januari 2008


Batuk Pilek tak Perlu Antibiotik
"Apa memang penyakit batuk-pilek anak saya memerlukan antibiotik, dok?" Seorang pasien yang kritis mencoba bertanya pada dokter yang ia kunjungi. Dengan entengnya sang dokter menjawab "Lho, yang dokter itu siapa, kamu atau saya? Sudah, tak usah banyak tanya deh, yang penting anakmu sembuh kan?"
Bila mengalami kejadian seperti itu, pasien yang tidak paham kadang malah 'memaksa' dokter untuk memberikan antibiotik. "Kenapa anak saya tak diberi antibiotik, dok? Nanti kalau nggak sembuh-sembuh bagaimana?" Akhirnya, lantaran khawatir 'ditinggal' pasien-pasiennya, sang dokter pun meresepkan antibiotik yang sebenarnya tidak perlu.
KENYATAAN tersebut masih kerap terjadi di negara kita. Hanya segelintir dokter yang telah menganut konsep partnership atau kemitraan dengan pasiennya. Masih banyak dokter yang pelit waktu, untuk memberikan pennjelasan kepada pasien, atau malah menganggap pasien tidak perlu tahu apa-apa. Alhasil, dokter bahkan tidak senang dengan pasien yang kritis dan ceriwis. Padahal konsumen kesehatan memiliki hak untuk memeroleh penjelasan yang benar dan objektif. Lagipula di zaman modern seperti sekarang ini, sudah saatnya konsumen kesehatan bersifat proaktif. Informasi tentang kesehatan yang benar pun sangat mudah diperoleh melalui berbagai media. Pasien yang kritis dan terpelajar, bisa saja datang dengan sebundel artikel yang diambilnya dari situs-situs kesehatan terpercaya di internet misalnya.
Di lain pihak, banyak pula dijumpai, pasien yang salah kaprah, atau pasien yang hanya manggut-manggut, segan bertanya dan pasrah saja dengan apa yang dikatakan dokter. Dokter Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed, dari FKUI, dalam salah satu uraiannya yang berjudul 'Commons Problem in Pediatrics' mengatakan, ketidaktahuan pasien kadang malah dibiarkan saja oleh kalangan medis. Padahal tugas seorang dokter sesungguhnya tidak hanya mengobati pasien saja (kuratif), tapi juga memberikan pengetahuan yang benar, misalnya melalui penyuluhan kesehatan (promotif), mengupayakan pencegahan penyakit (preventif) dan juga mencegah kecacatan (rehabilitatif).
Kondisi-kondisi itulah yang mempersulit penggunaan antibiotik secara rasional di dunia kesehatan. Keberhasilan pemakaian obat yang rasional bukan hanya bergantung kepada dokter, tapi juga kepada pasien sebagai konsumen kesehatan dan industri obat-obatan. Pasien yang aktif menangani masalah kesehatannya sesungguhnya akan sangat membantu kinerja dokter untuk tetap memegang prinsip pengobatan rasional.
Kasus yang sering terjadi, contohnya adalah penggunaan antibiotik untuk penyakit flu atau batuk-pilek biasa (common cold) pada bayi dan anak-anak. Penyakit ini 95 % disebabkan oleh virus, sehingga pemberian antibiotik tak ada gunanya. Antibiotik hanya diperlukan bagi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini sangat umum terjadi pada anak-anak. Bahkan menurut penelitian, dalam setahun seorang anak bisa menderita flu atau common colds sebanyak 8 hingga 12 kali. Dan itu merupakan hal yang normal. Tentu saja ada pengecualian, yaitu bagi bayi-bayi yang berusia di bawah 3 bulan. Pada bayi-bayi ini, gejala flu atau common cold malah bisa berkembang dengan cepat menjadi penyakit yang serius seperti bronchiolitis atau pneumonia. Karena itu, untuk bayi berusia di bawah 3 bulan, penyakit batuk pilek biasa tetap perlu mendapat perhatian khusus.
Penyakit ini biasanya akan berlangsung selama 1 sampai 2 minggu. Gejala yang menyertai flu atau common cold seperti demam, bersin, batuk, pilek yang tak henti-henti memang kadang tampak mengkhawatirkan. Apalagi bila anak mengalami batuk tak henti-hentinya disertai muntah. Tak heran bila akhirnya orang tua membawa anaknya ke dokter karena cemas. Ketidaktahuan orang tua bahwa penyakit batuk-pilek biasa ini disebabkan oleh virus, sering membuat orang tua panik dan segera membawa anaknya ke dokter. Penelitian di Amerika bahkan menyebutkan, setiap tahun terdapat 25 juta kunjungan ke dokter dan ke ruang gawat darurat karena common cold, yang sebetulnya tidak perlu. Parahnya, kecemasan tersebut kerap mengakibatkan orang tua meminta dokter memberikan antibiotik kepada anak-anaknya.
Bahaya Pemberian Antibiotik Irasional
Sebetulnya apa sih bahaya pemberian antibiotik yang tidak rasional ini? Bila antibiotik digunakan terus-menerus dengan tidak rasional dan berlebihan, ternyata bakteri resisten malah akan semakin berkembang. Alhasil, berbagai infeksi yang disebabkan bakteri-bakteri tersebut tak akan berespons lagi dengan obat sejenis. Penyakit-penyakit akan berlangsung lebih lama, risiko komplikasi bahkan kematian pun akan meningkat. Parahnya, bakteri bisa bermutasi sangat cepat melebihi kecepatan para peneliti yang berusaha menemukan antibiotik baru. Akibatnya, besar kemungkinan suatu hari nanti akan berkembang suatu jenis bakteri resisten yang sangat mematikan, namun tidak ada satupun obat yang dapat mematikannya. Sungguh menyeramkan bukan?
Dampak lainnya, lantaran penyakit berlangsung lebih lama, maka biaya yang dikeluarkan pun akan semakin meningkat. Menurut WHO (World Health Organization), peningkatan ini terutama dikeluarkan untuk ongkos tes laboratorium, biaya perawatan di rumah sakit, dan biaya kehilangan pendapatan akibat bolos kerja. Dan bila ternyata infeksi tidak lagi bisa diobati karena telah terjadi resistensi obat, maka dibutuhkan jenis antibiotik lain yang lebih paten. Antibiotik jenis ini biasanya harus dimasukkan lewat injeksi. Tentu saja harga antibiotik via injeksi lebih mahal ketimbang obat minum. Alhasil, biaya yang dikeluarkan pun kian membengkak.
Berkaitan dengan peyakit batuk pilek pada anak, Prof Iwan Darmansjah, ahli farmakologi dari FKUI, dalam salah satu tulisannya menyebutkan, selain mubazir, pemberian antibiotik kadang-kadang justru menimbulkan efek samping yang berbahaya. Kalau dikatakan akan mempercepat penyembuhan pun tidak, karena penyakit virus memang bakal sembuh dalam beberapa hari, dengan atau tanpa antibiotik. Hal ini telah dibuktikan dengan studi terkontrol-membandingkan dengan plasebo, alias obat bohong-berulang kali sejak ditemukannya antibiotik di tahun 1950-1960-an. Hasilnya selalu sama sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya malah menurun.
Pengobatan flu atau common cold di rumah
American Academy of Pediatrics (AAP) menegaskan, tidak ada obat untuk kasus ini. Antibiotik tidak boleh diberikan karena tidak akan berefek apapun. Perhatian dan kasih sayang dari orang tua lah yang merupakan obat terbaik. Sehingga AAP menganjurkan agar orang tua cukup menciptakan kondisi yang paling nyaman bagi anak. Hidung mampet yang biasanya diderita anak akan menyebabkan anak bernafas lewat mulut. Akibatnya mulut dan tenggorokan anak menjadi kering. Untuk itu anak perlu diberi banyak jus buah-buahan dan cairan, sedikit tak apa asalkan sering. Dalam keadaan sakit, umumnya anak akan kehilangan nafsu makan. Walaupun hanya sedikit makanan yang masuk, tapi yakinkan bahwa kebutuhan makan mereka tercukupi.
Air garam steril bisa diberikan sebagai tetes hidung, agar ingus menjadi encer dan tidak lagi menyumbat jalan napas. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga akan meringankan keluhan flu pada anak. Cara lainnya, bila anak tak dapat tidur di malam hari karena hidung tersumbat, orangtua dapat memberikan tetes hidung (breathy) untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung. AC ruangan pun perlu dimatikan. Kalau perlu setelah anak tidur, letakkan satu ember berisi air mendidih untuk menjaga agar udara ruangan tidak kering.
Langkah terbaik untuk pencegah tertularnya penyakit ini adalah dengan mencuci tangan sesering mungkin, dan sebisa mungkin menghindari penderita flu. Namun bila demam anak tak kunjung turun setelah lebih dari 3 hari (72 jam), orangtua perlu mengunjungi dokter. Selain itu bila terdapat gejala sesak napas, kuku dan bibir tampak biru, anak menjadi luar biasa rewel atau sangat mengantuk hingga tak bisa dibangunkan, orang tua juga harus segera membawa anaknya ke dokter.
Dari uraian di atas, jelas sudah bahwa flu atau common cold tak memerlukan pengobatan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak pada tempatnya memang menjadi salah satu kendala utama dalam penggunaan obat rasional di Indonesia. Permasalahan antibiotik ini sungguh runyam dan tak ada habisnya. Namun bila konsumen kesehatan menjadi proaktif, berusaha mencari informasi yang benar mengenai penyakit anaknya dan mulai banyak bertanya pada dokternya, mudah-mudahan akan membantu dokter agar tetap memegang prinsip pengobatan rasional.
Orang tua berhak mengajukan pertanyaan kepada dokter tentang penyakit yang diderita anak, apa penyebabnya, dan bagaimana tata laksananya. Pertanyaan seputar obat dan efek samping obat juga perlu diketahui agar anak tak jadi korban kesalahan pengobatan yang tidak rasional. Dokter yang informatif dan rela menyediakan waktu, demi memberikan pengetahuan yang benar kepada pasien pun sungguh diperlukan. Kerjasama antara pasien yang aktif dan dokter yang informatif semacam inilah yang setidaknya akan membantu keberhasilan pengobatan rasional di Indonesia.
Posted by
Dewi Wiwin Lismani, S.Far., Apt
at
22.19
0
comments
Koneksi Internet Dengan HP Sebagai Modem
Hari gene, susah mau ngenet?
Kadang kita perlu internet pada saat-saat mendesak. Misalnya cek/kirim email, kirim tugas, lihat pengumuman, Chating dengan someone, dll. Mau jalan ke warnet jauh/sudah malem. Ada alternatif lain, yaitu menggunakan HP kita sebagai modem untuk koneksi internet.
Perangkat yang di perlukan:
1. HP yang sudah support GPRS + Simcard yg sudah aktif GPRS nya. Untuk produk Indosat prabayar, fasilitas GPRS sudah aktif saat kartunya diaktifkan. Untuk kartu yang lain bisa menghubungi CS untuk mengaktifkan GPRS nya. Pastikan settingan GPRS di HP sudah benar. Cek dengan membuka salah satu situs di HP, misal www.google.com. Atau kalo HP jadul dan belum support www bisa pakai wap.yahoo.com. Bila berhasil maka masalah di HP sudah beres. Bila ada masalah dengan settingan GPRS di HP, bisa menghubungi CS, atau buka situs studiohp.com.
2. Koneksi antara HP ke PC. Bisa melalui kabel data, bluetooth, IRDA (Infra Red Data Adapter). Pastikan antara HP dan komputer sudah dapat berkomunikasi dengan baik, misal kirim2an gambar atau lagu dll.
Setelah semua perangkat diatas sudah siap maka kita akan melakukan langkah2 untuk membuat koneksi ke internet…
Langkah pertama adalah SETTING MODEM.
Masuk Control Panel->Phone And Modem Options. Masuk pada Tab Modems. Pastikan driver modem sudah terinstal di PC. Lihat gambar di bawah.
gbr 1.
Untuk HP menengah keatas biasanya driver sudah disertakan saat kita menginstal aplikasi HP, contoh : Nokia PC Suite, Sony Ericsson PC Suite, dll. Bila kita menggunakan koneksi bluetooth atau IRDA, driver sudah otomatis diinstall. Bila menggunakan HP jadul(jaman dulu) kita bisa add modem secara manual. Caranya, klik tombol add yg ada ditab Modems, centang opsi “don’t detect my modem, i will select it from a list”, klik Next, maka akan ada beberapa pilihan modem yang bisa kita gunakan. Untuk GSM ( contoh Siemens ME45) pilih Standar 19200 bps Modem, kemudian klik Next. Akan ditanyakan pada Port mana HP kita terhubung dengan komputer. Pilih yang sesuai kemudian klik tombol Next. Untuk HP Nokia yang menggunakan kabel Data DKU-5 atau DKU-2, kita install DRIVER KABELNYA DAHULU, baru kemudian kita install driver modem HP nya. Untuk HP nokia dengan jenis CDMA pastikan driver yang diinstall adalah Nokia CDMA 2000 1x 3G Packet Data Modem. Untuk jenis HP yang lain drivernya silakan googling sebentar di Om Google. Setelah driver modem kita install, kita perlu memberi tambahan pada bagian extra setting. Karena bila tidak kita isi biasanya koneksi tidak dapat dilakukan. Klik 2x pada bagian modem yang sudah kita install, pilih tab Advanced, pada bagian extra setting diisi sesuai dengan provider masing2. Untuk CDMA, kita tidak perlu menambahkan settingan seperti dibawah.
Telkomsel = at+cgdcont=1,ip,”telkomsel”
ProXL = at+cgdcont=1,ip,”www.xlgprs.net”
M3 = at+cgdcont=1,ip,”www.indosat-m3.net”
Mentari = at+cgdcont=1,ip,”satelindogprs.com”
Three = at+cgdcont=1,ip,”3gprs”.
gbr 2.
Kemudian cek apakah setingan sudah benar. Caranya klik 2x pada modem yg sudah diinstall, kemudian masuk ke tab Diagnostics, klik Query Modem. Biasanya jenis HP akan dapat dikenali.
Langkah kedua adalah membuat Koneksi baru. Ada 3 cara:
- Start -> Programs -> Accessories -> Communications -> New Connection Wizard.
- Control Panel->Network & Internet Connection -> Network Connection -> Create a new Connection (Control Panel Category View).
- Control Panel->Network Connection -> Create a new Connection (Control Panel Classic View).
Klik Next-> Connect to the Internet -> Setup my Connection Manually -> Connect using a dial-up modem, pilih modem yang tadi sudah di install. Pada ISP name isi dengan nama pengenal koneksi, misal M3 atau XL, atau nama kita. Masukkan nmr telp *99***1# atau *99#.
User name & pass kosong. Atau bisa disesuaikan dengan masing2 provider.
Telkomsel : User/Pass = wap/wap123
Proxl : xlgprs/proxl
M3 : gprs/im3
Fren : m8/m8.
Finish.
Untuk Optimalisasi koneksi, perlu ada tambahan sedikit…
- Buka Run isi devmgmt.msc. kemudian klik ok.
-
Pada bagian Ports (COM&LPT) klik 2x pada bagian port yg kita gunakan untuk koneksi internet. Misal port COM1, 2, atau 3 berbeda untuk tiap-tiap komputer. Masuk pada pada tab port setting, bit per second kita ganti dengan 115200.
-
Pada bagian modems klik 2x pada driver modem yang sudah kita install. pada bagian maximum port speed kita ganti 115200.
-
-
Buka Run isi gpedit.msc kemudian klik ok. Pada bagian administrative templates, pilih network trus QoS packet scheduler, pada bagian kanan QoS packet scheduler, dapat di pilih limit reservable bandwidth trus klik enable. pada bagian bandwidth limit isikan 0%.
-
Setelah koneksi berhasi kita buat. Seperti pada gambar dibawah, sebelum dial klik properties dahulu. Centang modem yang akan dipakai buat konek internet kemudian klik Configure. Maximum speed (bps) diganti dengan 112500. Kemudian klik Ok.Buka Run isi gpedit.msc kemudian klik ok. Dial up siap dilakukan.
Jalankan koneksi yang baru kita buat. Klik tombol dial …
gbr 3.
Registering to the network …
gbr 4.
Koneksi berhasil dilakukan …
gbr 5.
TARIF
Untuk GSM prabayar paling murah GPRSnya M3.
Ada 2 tipe :
Volume based = hitungannya / KB
Time based = hitungannya per menit
Tergantung kebutuhan pemakaian kalo mau dirubah ke time based :
user id/password : indosat@durasi. Tarif 1 menit = Rp 100,-
Kalo cuma buat chatting, mendingan pakai yg volume based, tetapi bila akan digunakan buat browsing kita lebih baik menggunakan yang time based. Username, password dan no akses juga string code disesuaikan dengan jenis kartu yang digunakan berinternet. Selamat berinternet dengan aman. Hati2 ya pulsa abis tanpa terasa…he.he.he…
Posted by
Dewi Wiwin Lismani, S.Far., Apt
at
22.14
0
comments
Setting Akses Internet Gratis Dengan HP Nokia CDMA 6585
Tanpa kabel data pun kita bisa berselancar di dunia maya. Cukup dengan menggunakan ponsel CDMA dengan kartu telkom Flexi yang dilengkapi dengan fasilitas IrDa atau Infrared. Dalam tulisan ini akan dibahas penggunaan HP Nokia 6585 (CDMA) untuk ber-internet ria dengan menggunakan Laptop atau PC yang juga memiliki Infrared. Aku pun sudah mencoba sendiri di laptopku dan ternyata sukses. Ini cukup lumayan dan praktis bagi seseorang yang mobilitasnya tinggi dan dituntut harus selalu berhubungan dengan internet setiap saatnya.
Berikut ini akan dijelaskan bagaimana langkah-langkah yang harus diikuti (khusus untuk pengguna Flexi) :
Langkah 1 : Instal Modem Nokia 6585 di Komputer
- Aktifkan infrared Nokia 6585 dan arahkan ke infrared yang ada di komputer. Ingat selama penggunaan infrared handphone dan komputer harus selalu berhadapan dan jangan pernah memindahkan handphone Anda kalau tidak ingin koneksi internet terputus.
- Untuk pertama kali nokia 6585 Anda harus diinstal terlebih dahulu, gunakan wizard yang disediakan oleh Windows XP, pilih Install the software automatically yang direkomendasikan. Langkah ini hanya akan perlu dilakukan sekali ini saja(untuk komputer yang memakai usb infrared, langkah ini akan diminta lagi jika port usb yang digunakan berpindah-pindah). Ikuti wizard dengan memilih Next sampai klik finish (lihat gambar)

Langkah 2: Setting Modem over IR
- Dari Control Panel, pilih Phone and Modem Options. Pilih tab Modems.

- Pilih Standard Modem over IR yang attached to port COM tertentu, jangan pilih modem yang Not present. Nomor dibelakang nama standard modem ini disebabkan ada lebih dari satu kali langkah instalasi modem dilakukan. Untuk contoh pada gambar Standard Modem yang tersedia adalah yang ada pada COM16. Pilih menu Properties (jika Anda memilih modem yang Not Present maka menu properties ini tidak aktif dan tidak akan bisa dipilih).Berikutnya dari properties modem pilih tab Advanced, isikan string pada Extra initialization commands seperti pada gambar+crm=1;+cso=33
Klik Ok.Maka berikutnya Nokia 6585 sudah siap digunakan sebagai modem.
Langkah 3 : Setting Dial Up Networking untuk Flexi
- Dari Control Panel pilih Network Connections
- Pilih Wizard New Connection Wizard, pilih Next

- Pilih Jenis Koneksi: Connect to the Internet, lalu pilih Next

- Pilih Cara Koneksi: Set up my connection manually, lalu pilih Next

- Pilih Koneksi Internet: Connect Using a dial-up modem, lalu pilih Next

- Isi ISP Name sesuai dengan yang Anda inginkan, sebagai contoh isikan telkomflexi, lalu pilih Next

- Masukkan nomor dial tekom flexi yaitu: #777, lalu pilih Next

- Masukkan username: telkomnet@flexi, password dan confirm password: telkom, lalu pilih Next

- Selanjutnya untuk setiap akan melakukan koneksi ke Internet Anda akan mendapat layar seperti ini

setelah ini masih Ada satu langkah untuk memastikan Anda menggunakan modem yang tepat, pilih Properties - Dari telkomnet properties pada tab General pilihlah connect using Modem-Standard Modem over IR link sesuai dengan yang tadi Anda install. Pastikan koneksi infrared Anda masih aktif ke komputer, jika infrared handphone sudah tidak aktif lagi maka pilihan modem tersebut tidak akan tampil.

- Setelah memilih modem yang tepat sesuai dengan modem yang telah Anda set extra initialization commands pada langkah sebelumnya, klik Ok.
Posted by
Dewi Wiwin Lismani, S.Far., Apt
at
22.00
0
comments
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)













